Selasa, 12 Desember 2017
Rabu, 29 November 2017 | 07:03:24  Dibaca : 8

INFO SAINS - Antara Nasi, Rice Cooker dengan FIsika

Oleh : Satrio Aris Setiawan. S.Si | Sumber : Satrio Aris Setiawan. S.Si
Kategori : Sains

Kalian pasti tahu kan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia? Yap benar, NASI! Apakah kalian pernah memasak nasi sendiri menggunakan ricecooker? Adakah di antara kalian yang pernah mengamati, “setelah nasi matang, kenapa orang tua kita sering mengaduknya?” Supaya cepat dingin dan lebih pulen ataukah ada alasan lain? Yuk, simak sedikit penjelasan mengenai fenomena tersebut ditinjau dari “kacamata fisika” melalui tulisan dari Prof. Mikrajuddin Abdullah (Professor Fisika ITB) di akun Facebook-nya yang telah diedit seperlunya.
    “Istri saya selalu mengaduk nasi dalam ricecooker setelah nasi matang. Kalau tidak diaduk, nasi akan cepat basi. Mengapa demikian? Karena setelah nasi matang, masih ada air yang terperangkap antara butiran nasi. Air akan keluar melalui proses penguapan (difusi) dan prosesnya lama. Akibatnya, kalau nasi tidak diaduk, maka air terperangkap cukup lama dalam nasi dan dapat menyebabkan nasi cepat basi.
    Jika nasi diaduk (dihamburkan) setelah matang, maka kita membuat ruang kosong antara butiran nasi. Ruang kosong tersebut memudahkan air yang terperangkap di bagian dalam menguap keluar. Ini serupa dengan material berpori di mana gas mudah melewatinya. Dengan demikian, jumlah air yang terperangkap dalam nasi berkurang dan nasi bisa awet cukup lama (tidak cepat basi).”
    Nah bagaimana penjelasan tadi? Menarik, nggak? Sesuatu yang mungkin menurut kita tidak penting, ternyata bisa kita telisik dari sudut pandang lain, loh. Dari masalah yang sederhana seperti itu, para ilmuwan melakukan eksperimen-eksperimen yang ternyata menjadi hal yang sangat penting. Dan kita juga bisa melakukan hal-hal sederhana yang ternyata akan bermanfaat untuk orang banyak dan masa depan. Asalkan kita punya niat dan usaha sungguh-sungguh serta menyerahkan semua hasilnya kepada Allah, Sang Pencipta.

Satrio Aris Setiawan. S.Si (Pengajar Fisika BKB Nurul Fikri Bekasi)




Komentar
Isi Komentar




Tidak akan ditampilkan