Selasa, 12 Desember 2017
Senin, 27 November 2017 | 11:06:23  Dibaca : 8

GENERASI PENCINTA ILMU, YANG KIAN HILANG?

Oleh : Kang Dadan | Sumber : Kang Dadan
Kategori : Nasihat Keimanan dan Ketaqwaan

Tak banyak memang yang tahu, mengenai pentingnya ilmu. Sampai sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, menggambarkan tentang hilangnya ilmu di akhir zaman. ”Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, Rasulullah SAW bersabda ; “ Sesungguhnya Allah SWT tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu itu dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga, tidak ada satu ulama pun yang tersisa. Pada saat itulah manusia mengangkat pemimpin dari mereka yang bodoh. Dan pada saat pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, maka para pemimpin tersebut memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan. {HR. Bukhari, Al-Ilm, hadits no. 100, {Fath Al-Bari (1/234)}; Muslim, Al-Ilm, hadits no.2673{muslim bi Syarh an-Nawawi(4/440)}.



Ilmu seringkali disepelekan, bahkan dianggap tidak penting.  Akibatnya sudah bisa dipastikan orang tersebut akan hilang kemampuannya dalam mengatur diri sendiri, repot dalam menjalani diri sebagai individu apalagi sebagai mahluk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.



Budaya mencontek, plagiat, bahkan mengakui hasil karya orang lain dianggap biasa. Lama kelamaan dosa-dosa yang kecil tersebut menyebabkan sirine atau alarm keimanan kita mati, yang berdampak dilakukannya dosa besar berulang kali, naudzubillah.



Mungkin kita tidak sadar bahwa segala yang kita lakukan memang harus dengan ilmu seperti gambaran Allah SwT dalam QS. Al Baqarah ayat 145...Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang Ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu –kalau begitu-termasuk golongan orang-orang yang zalim. Hidup ini akan terasa gelap tanpa pelita, dan pelita itu adalah ilmu yang membawa manfaat. Ia menerangi orang yang lemah, menaungi orang yang susah, membimbing dan mengajak pada cahaya kebenaran.



Pada zaman now, gampang sekali orang berdalil tanpa ilmu, cukup mencari dengan mesin pencari (go****, yah** dsb) lalu selesailah masalah. Padahal di sisi lain mencari referensi keilmuan tidaklah baik selalu seperti itu. Perlunya guru, nasihat dari pakar keilmuan, bahkan buku dan kitab-kitab untuk menunjang otentifikasi sebuah masalah. Marilah menjadi generasi pencinta ilmu yang sudah lama hilang, menjadi bagian dari peradaban, yang tertulis indah sebagai tinta emas dalam sejarah manusia, yang memperberat amal kita di yaumil hisab. Wallahu A’lam



Komentar
Isi Komentar




Tidak akan ditampilkan