Selasa, 12 Desember 2017
Senin, 28 Januari 2013 | 16:08:51  Dibaca : 3895

Strategi Menembus SNMPTN 2013

Oleh : Donny Adi Wirawan | Sumber : http://studentcareerplanner.blogspot.com
Kategori : Kampus

1.   Menjaga hubungan baik dengan Allah SWT, karena penilaian PMDK, SNMPTN dan jalur non ujian itu sangat  subyektif, bahkan kadang sang rektor langsung yang memilih. Hanya Allah SWT yang membolak-balik hati manusia.



2.  Menjalin hubungan baik dengan kepala sekolah, guru, wali kelas, guru BK, tata usaha,dst. ingat: rejeki kamu bukan dari isi otak kamu, tapi dari bagaimana hubungan baik kamu dengan orang lain.



3. Cek tradisi sekolah kamu, caranya: minta data senior kamu yang sudah ketrima di PTN, berapa banyak, di PTN mana aja, di jurusan mana aja, dst. UI, ITB, misalnya, mereka mengincar 2% terbaik (cream of the cream), IPB, Undip mengincar 5% terbaik, dan mereka punya database dari SMA mana aja mahasiswa mereka berasal.
Mereka tahu kok mana sekolah yang bener-bener unggulan, mana sekolah yang mengkatrol nilai siswanya supaya diterima di PTN, mereka tahu sekali kalau UN itu tiap tahun penuh kecurangan, mereka tahu kok sekolah macam apa yang dipenuhi anak-anak 2% terbaik, atau 5% terbaik, dan sekolah-sekolah yang beli akreditasi A. (ada kan, sekolah berakreditasi A tapi jam 9 pagi siswanya sudah pada nongkrong sambil merokok di warung, siswi-siswinya sudah pada mejeng di pinggir jalan) Jadi kalo senior kamu mayoritas masuk ITB (misal SMA 3 Bandung, ratusan siswanya masuk ITB tiap tahun) ya mending kamu pilih ITB.
Karena prestasi kamu di sekolah akan dibandingkan dengan senior kamu yang kuliah disana. Misal: senior kamu dulunya rangking 10 di kelas, tapi prestasinya bagus di teknik sipil UGM, (IPK-nya 3,5) sedangkan kamu ranking 3 di kelas dan juga memilih teknik sipil UGM, maka UGM punya "harapan" sama kamu, kemungkinan kamu diterima ya lumayan gede.(nah, kalo senior ga ada yang masuk kampus tersebut, kamu mau dibandingin sama siapa? nggak ada benchmarkingnya). Nilai raport ga terlalu dilihat, nilai 8 di SMA kamu ga sama artinya dengan nilai 8 di SMA lain. Nilai 8 di SMA 8 jakarta pasti lain artinya dengan  nilai 8 di SMA 44 jakarta. So, jangan bertindak konyol!
3.Buang jauh-jauh gosip nggak bener! contohnya:
 a. Anak IPA nggak boleh milih IPS, Anak IPS nggak boleh milih IPA. Buktinya: Teman Saya di FKG UI ada yang dari SMA IPS. Setiap tahun, selalu ada anak SMA 81 IPA yang keterima di Akuntansi UI via undangan/PMDK/tanpa tes dan jumlahnya selalu lebih dari dua (nah, nilai IPA apa yang dilihat buat masuk Akuntansi UI? ga ada kan? jadi yang penting tradisi sekolah)
 b. UI dan universitas favorit lainnya ga mau jadi pilihan kedua. Kenyataannya: Ada kok siswa saya yang pilihan pertama Arsitek ITB,pilihan keduanya arsitek UI pada SNMPTN Undangan tahun 2011 dan ketrima undangan di arsitek UI. bahkan ada siswa saya yang ketrima masuk UI di pilihan ketiga dua tahun yang lalu.
  c. teori bodohnya : "dalam satu sekolah kalau bisa pilihan jurusannya beda, supaya peluang masuknya besar." padahal sekitar 40 orang anak SMA 8 jakarta masuk kedokteran umum UI tiap tahunnya, banyak kok teman satu kelas yang ketrima jalur tanpa tes di jurusan dan universitas yang sama. Anak SMA 3 bandung yang masuk ITB tanpa tes diatas 100 orang tiap tahunnya(jurusan/fakultas di ITB kan nggak sampe 100). ironisnya teori ini banyak ditiupkan oleh guru sekolah yang seharusnya membantu siswa memilih jurusan sesuai potensi mereka, bukannya menjerumuskan siswa ke jurusan yang tidak dia kehendaki. nanti kalau prestasi mereka jelek di kampus kan sekolah juga yang rugi.



4.  Perhatikan cluster jurusan. kamu jangan milih pilihan I: kedokteran umum, pilihan II:teknik sipil. nanti universitasnya menganggap kamu cuma coba-coba saja cuma spekulasi, karena ga jelas kamu maunya apa, tujuan mendaftar SNMPTN itu kamu pengen jadi apa, cita-cita kamu apa. nah yang oke kalo pilihan kamu masih "satu jenis" misal: untuk UGM, Pilihan I Teknik Geodesi UGM, Pilihan II: Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM. walaupun beda fakultas, kedua jurusan tadi kan cuma beda tipis, universitas bisa "membaca" kamu pengennya jadi apa.



Komentar
Isi Komentar




Tidak akan ditampilkan